Translate

07/06/2014

PERSONAL HYGIENE

PERAWATAN DIRI   (PERSONAL HYGIENE)
      
 Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan,baik secara fisik maupun psikologis. Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi berbagai faktor diantaranya:budaya,nilai sosial pada individu atau keluarga. Pengetahuan terhadap perawatan diri,serta persepsi terhadap perawatan diri.
Jenis Perawatan Diri Berdasarkan Waktu Pelaksanaan.
Perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaan dibagi menjadi empat, yaitu:

1. Perawatan Dini Hari. Merupakan perawatan diri yang dilakukan pada waktu bangun tidur, untuk melakukan tindakan seperti perapian dalam pengambilan bahan pemeriksaan (urine atau feses), memberikan pertolongan,mempersiapkan pasien dalam melakukan makan pagi dengan melakukan tindakan perawatan diri,seperti mencuci muka,tangan, dan menjaga kebersihan mulut.


2. Perawatan Pagi Hari. Perawatan yang dilakukan setelah melakukan makan pagi dengan melakukan perawatan diri seperti melakukan pertolongan dalam pemenuhan kebutuhan eliminasi (buang air besar dan kecil), mandi atau mencuci rambut, melakukan perawatan kulit, melakukan pijatan pada punggung, membersihkan mulut,kuku dan rambut, serta merapikan tempat tidur pasien.

3. Perawatan Siang Hari. Perawatan diri yang dilakukan setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan atau pemeriksaan dan setelah makan siang. Berbagai tindakan perawatan diri yang dapat dilakukan, antara lain mencuci muka dan tangan, membersihkan mulut, merapikan tempat tidur, dan melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungan kesehatan pasien.

4. Perawatan Menjelang Tidur. Perawatan diri yang dilakukan pada saat menjelang tidur agar pasien dapat tidur atau beristirahat dengan tenang. Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain pemenuhan kebutuhan eliminasi(buang air besar dan kecil), mencuci tangan dan muka, membersihkan mulut, dan memijat daerah punggung.

Tujuan umum perawatan diri adalah untuk mempertahankan perawatan diri, baik secara sendiri maupun dengan menggunakan bantuan, dapat melatih hidup sehat/bersih dengan cara memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan kebersihan, serta menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. Membuat rasa nyaman dan relaksasi dapat dilakukan untuk menghilangkan kelelahan serta mencegah infeksi, mencegah gangguan sirkulasi darah, dan mempertahankan integritas pada jaringan.

Jenis Perawatan Diri Berdasarkan Tempat

Perawatan Diri pada Kulit.

 Kulit merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman atau trauma, sehingga diperlukan perawatan yang adekuat(cukup) dalam mempertahankan fungsinya. Sebagai bagian dari organ pelindung, kulit secara anatomis terdiri atas dua lapis, yaitu lapisan epidermis atau dikenal dengan nama kutikula dan lapisan dermis atau disebut dengan korium. Lapisan epidermis terdiri  atas bagian-bagian seperti stratum korneum,stratum lusidum, dan stratum granulosum. Lapisan kedua atau lapisan dermis yang terdiri atas ujung saraf sensorik, kelenjar keringat, dan kelenjar sebaseus.

Fungsi Kulit

 Kulit secara umum memiliki berbagai fungsi, di antaranya:
1. Melindungi tubuh dari masuknya berbagai kuman atau trauma jaringan bagian dalam yang juga dapat menjaga keutuhan kulit.
2. Mengatur keseimbangan suhu tubuh
3. pembuangan air
4. sensasi dari stimulis lingkungan
5. Membantu keseimbangan cairan dan elektroli


Macam-macam personal hygiene:
1.Perawatan kulit kepala  dan rambut
2.Perawatan mata
3.Perawatan hidung
4.Perawatan telinga
5.Perawatan mulut
6.Perawatan kuku kaki dan tangan
7.Perawatan genetalia
8.Perawatan kulit seluruh tubuh
9.Perawatan tubuh secara keseluruan



Tujuan perawatan  personal hygiene

1.Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2.Memelihara kebersihan diri seseorang
3.Memperbaiki personal hygiene yang kurang
4.Pencegahan penyakit
5.Meningkatkan percaya diri seseorang
6.Menciptakan keindahan


Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene:

1.Body image, gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri, misalnya karena ada perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihannya
2.Praktik sosial. Pada anak-anak yang dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola kebersihan dirinya
3.Status sosial ekonomi. Personal hygiene memerlukan biaya untuk membeli bahan-bahan untuk membersihkan diri, sehingga pada masyaraka dengan soial ekonomi yang renda mungkin akan mengesampingkan perawatan dirinya sehingga personal hygiene mereka kurang
4. pengetahuan. Pengetahuan yang baik tentang personal hygiene sangat prnting karena dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya penderita diabitus militus harus selalu menjaga kebersihan dirinya agar kesehatannya dapat terjaga.

No comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Kritik dan Saran Anda