PERAWATAN DIRI (PERSONAL HYGIENE)
Perawatan diri atau
kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan diri sendiri yang
dilakukan untuk mempertahankan kesehatan,baik secara fisik maupun
psikologis. Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi berbagai faktor
diantaranya:budaya,nilai sosial pada individu atau keluarga. Pengetahuan
terhadap perawatan diri,serta persepsi terhadap perawatan diri.
Jenis Perawatan Diri Berdasarkan Waktu Pelaksanaan.
Perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaan dibagi menjadi empat, yaitu:
1.
Perawatan Dini Hari. Merupakan perawatan diri yang dilakukan pada waktu
bangun tidur, untuk melakukan tindakan seperti perapian dalam
pengambilan bahan pemeriksaan (urine atau feses), memberikan
pertolongan,mempersiapkan pasien dalam melakukan makan pagi dengan
melakukan tindakan perawatan diri,seperti mencuci muka,tangan, dan
menjaga kebersihan mulut.
2. Perawatan Pagi Hari. Perawatan
yang dilakukan setelah melakukan makan pagi dengan melakukan perawatan
diri seperti melakukan pertolongan dalam pemenuhan kebutuhan eliminasi
(buang air besar dan kecil), mandi atau mencuci rambut, melakukan
perawatan kulit, melakukan pijatan pada punggung, membersihkan
mulut,kuku dan rambut, serta merapikan tempat tidur pasien.
3.
Perawatan Siang Hari. Perawatan diri yang dilakukan setelah melakukan
berbagai tindakan pengobatan atau pemeriksaan dan setelah makan siang.
Berbagai tindakan perawatan diri yang dapat dilakukan, antara lain
mencuci muka dan tangan, membersihkan mulut, merapikan tempat tidur, dan
melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungan kesehatan pasien.
4.
Perawatan Menjelang Tidur. Perawatan diri yang dilakukan pada saat
menjelang tidur agar pasien dapat tidur atau beristirahat dengan tenang.
Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain pemenuhan kebutuhan
eliminasi(buang air besar dan kecil), mencuci tangan dan muka,
membersihkan mulut, dan memijat daerah punggung.
Tujuan umum
perawatan diri adalah untuk mempertahankan perawatan diri, baik secara
sendiri maupun dengan menggunakan bantuan, dapat melatih hidup
sehat/bersih dengan cara memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap
kesehatan dan kebersihan, serta menciptakan penampilan yang sesuai
dengan kebutuhan kesehatan. Membuat rasa nyaman dan relaksasi dapat
dilakukan untuk menghilangkan kelelahan serta mencegah infeksi, mencegah
gangguan sirkulasi darah, dan mempertahankan integritas pada jaringan.
Jenis Perawatan Diri Berdasarkan Tempat
Perawatan Diri pada Kulit.
Kulit
merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi
tubuh dari berbagai kuman atau trauma, sehingga diperlukan perawatan
yang adekuat(cukup) dalam mempertahankan fungsinya. Sebagai bagian dari
organ pelindung, kulit secara anatomis terdiri atas dua lapis, yaitu
lapisan epidermis atau dikenal dengan nama kutikula dan lapisan dermis
atau disebut dengan korium. Lapisan epidermis terdiri atas
bagian-bagian seperti stratum korneum,stratum lusidum, dan stratum
granulosum. Lapisan kedua atau lapisan dermis yang terdiri atas ujung
saraf sensorik, kelenjar keringat, dan kelenjar sebaseus.
Fungsi Kulit
Kulit secara umum memiliki berbagai fungsi, di antaranya:
1. Melindungi tubuh dari masuknya berbagai kuman atau trauma jaringan bagian dalam yang juga dapat menjaga keutuhan kulit.
2. Mengatur keseimbangan suhu tubuh
3. pembuangan air
4. sensasi dari stimulis lingkungan
5. Membantu keseimbangan cairan dan elektroli
Macam-macam personal hygiene:
1.Perawatan kulit kepala dan rambut
2.Perawatan mata
3.Perawatan hidung
4.Perawatan telinga
5.Perawatan mulut
6.Perawatan kuku kaki dan tangan
7.Perawatan genetalia
8.Perawatan kulit seluruh tubuh
9.Perawatan tubuh secara keseluruan
Tujuan perawatan personal hygiene
1.Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2.Memelihara kebersihan diri seseorang
3.Memperbaiki personal hygiene yang kurang
4.Pencegahan penyakit
5.Meningkatkan percaya diri seseorang
6.Menciptakan keindahan
Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene:
1.Body
image, gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi
kebersihan diri, misalnya karena ada perubahan fisik sehingga individu
tidak peduli dengan kebersihannya
2.Praktik sosial. Pada anak-anak
yang dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi
perubahan pola kebersihan dirinya
3.Status sosial ekonomi. Personal
hygiene memerlukan biaya untuk membeli bahan-bahan untuk membersihkan
diri, sehingga pada masyaraka dengan soial ekonomi yang renda mungkin
akan mengesampingkan perawatan dirinya sehingga personal hygiene mereka
kurang
4. pengetahuan. Pengetahuan yang baik tentang personal hygiene
sangat prnting karena dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya penderita
diabitus militus harus selalu menjaga kebersihan dirinya agar
kesehatannya dapat terjaga.

No comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Kritik dan Saran Anda